410 views

Puncak Halinjuangan, Objek Wisata Kekinian

Catatan Ringan.  Sejak penemuan hape (cellular phone), banyak trend yang muncul seiring makin beragamnya fasilitas yang bisa dimasukkan dalam telepon genggam tersebut.  Dimulai dengan pesan singkat (sms), membuat orang mengurangi percakan telpon digantikan dengan kirim pesan dengan biaya yang lebih murah.  Kemudian terintegrasinya kamera di dalam fasilitas hape semakin menambah kebiasaan baru para pemakainya, lebih-lebih remaja, budaya selfie merambah ke berbagai pelosok dunia.  Fasilitas hape semakin canggih menjadikannya smart phone yang bisa mengakses internet dan ditambah munculnya berbagai macam medsos seperti facebook, twitter, bbm dan instagram semakin menambah kegilaan penggemar selfie untuk membagikan foto-foto unik, asik dan menantang.
Trend kekinian tersebut disambut baik oleh pasar semisal cafe, rumah makan dan restoran yang menyedian tempat-tempat khusus berselfie-ria dengan desain dan dekorasi yang menarik dan tak kalah unik membuat penggemar selfie dimanjakan dan semakin banyak foto yang tersebar di medsos.  Tak saja cafe dan sejenisnya yang menyediakan fasilitas unik tersebut, sekarang komplek perumahan juga mulai menyediakan taman-taman yang indah dan ditambah dengan dekorasi yang menawan seperti payung-payung yang bergelantungan menghias langit-langit atau lampu-lampu menarik yang sepertinya disediakan untuk pengunjung yang suka berfoto-foto.

Puncak Halinjuangan, sebuah objek wisata baru di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tepatnya di daerah Bukuanin Hamak, Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, 14 km dari Kandangan, Ibukota Kabupaten HSS Kalimantan Selatan.  Untuk mencari posisi Puncak Halinjuangan di Google Map carilah dengan kata kunci Loksado, karena Puncak Halinjuangan berada di jalan menuju Loksado yang terkenal dengan Air Tejun Haratai.  Keindahan bukit yang sebenarnya nampak biasa saja berubah menjadi menarik karena di tempat tersebut dilengkapi dengan fasilitas kekinian berupa tempat unik untuk berselfie dengan nama-nama yang cukup menggelitik, seperti sarang burung, jembatan jomlo, pelaminan cinta, hati retak dan lain-lain.  Menaiki puncak Halinjuangan diperlukan tenaga ekstra dengan trek yang sudah diberi tangga (jalan setapak) yang sangat licin kalau saat basah (hujan).  Kalau Anda beruntung masih bisa menikmati keindahan pohon-pohon besar yang jarang ditemui, burung liar di alam bebas dan monyet-monyet lucu yg siap difoto.  Percayalah, beratnya pendakian akan sirna setelah kita sampai di puncak, siapkan kamera hape atau dslr… jepret.

tolong komentarnya ya

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *