394 views

Memahami Exposure dan Focal Length

Catatan Ringan.  Exposure (pajanan) adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke media (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.  Dalam pemahaman yang sederhana, Exposure adalah yang menentukan gelap atau terangnya hasil sebuah foto.Ada tiga komponen yang mempengaruhi exposure yang disebut dengan segi tiga exposure yaitu ISO, Aperture dan Shutter Speed.  Ketiga komponen tersebut secara simultan (bersama-sama) menghasilkan tingkat gelap-terang pada foto.

ISO
ISO adalah ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya.  Nilai ISO ditentukan (tergantung) pada kamera, umumnya bernilai 100, 200, 400, 800, 1.600, 3.200 dan 6.400.  ISO 100 dipakai pada kondisi cahaya terang atau sangat terang, makin gelap kondisi cahaya makin besar nilai ISO yang dipakai.  ISO 6.400 dipakai pada saat gelap gulita biasanya dipakai untuk memotret langit (galaksi bintang) di saat bulan mati (langit gelap).

Efek samping penggunaan ISO yang tinggi adalah hasil foto menjadi berbintik (grainy), makin rendah ISO makin tajam dan bersih hasil fotonya.

APERTURE
Aperture adalah seberapa besar diafragma lensa terbuka saat foto diambil.  Nilai Aperture ditentukan (tergantung) pada lensa, bukan pada kamera.  Nilai Aperture dilambangkan dengan f/1.2, f/1.4, f/1.8, f/2.0, f/2.4, f/2.8, f/3.5, f/4.0, f/5.6, f/8.0, f/11, f/16, f/22 dan f/32.  Nilai aperture adalah panjang focal lensa dibagi dengan diameter lensa.  Jika kita memiliki lensa 50mm dan ukuran diameter optik bagian depan lensa tersebut 25mm, maka kita memiliki lensa f/2.0.

Aperture rendah (bukaan diafragma besar) dipakai saat kurang cahaya atau gelap, sebaliknya aperture tinggi (bukaan diafragma kecil) dipakai saat cahaya terang.

Efek samping dari nilai aperture yang rendah adalah foto menjadi Bokeh, bidang tajam atau Depth Of Field (DOF) menjadi sempit, latar muka dan belakang dari objek yang kita fokuskan menjadi kabur/buram, biasanya dipakai untuk foto portrait (model).  Sebaliknya aperture yang tinggi menyebabkan bidang tajam (DOF) menjadi lebar, dari muka sampai belakang objek menjadi tajam, biasanya dipakai untuk foto landscape (pemandangan).  Efek lain dari aperture tinggi adalah apabila kita memoto lampu, maka lampu akan terpancar pecah seperti bintang (tidak bulat).

SHUTTER SPEED
Shutter speed adalah rentang waktu diafragma (jendela) di depan sensor kamera terbuka.  Nilai shutter speed ditentukan (tergantung) pada kamera bukan pada lensa.  Nilai shutter speed dinyatakan dalam satuan detik.  Angka shutter speed biasanya 30, 1, 1/2, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, 1/2000, 1/4000 (satu per empat ribu detik).  Selain itu ada bulb, artinya selama kita menekan tombol shutter, selama itu pula diafragma terbuka sampai tombol shutter dilepas. Shutter speed yang lambat (angka besar) diperlukan untuk memoto saat cahaya gelap, sebaliknya shutter speed yang cepat (angka kecil) diperlukan saat cahaya terang.  Pada saat gelap diperlukan kecepatan membuka rana (diafragma) yang lambat (diafragma terbuka lebih lama) sehingga cahaya yang minim tersebut bisa lebih banyak masuk agar hasil foto tidak gelap.

Efek dari kecepatan rana yang lambat adalah foto menjadi blur/kabur kalau kamera yang kita pegang bergerak (maka diperlukan tripod) atau apabila objek bergerak.  Efek ini biasanya dipakai untuk membuat foto panning, dimana objek yang sedang bergerak (mobil, sepeda motol, dll) difoto sambil mengikuti gerak objek, sehingga objek tetap tajam tetapi latang belakang yang menjadi kabur.

Untuk mengambil foto dalam pencahayaan normal menetapkan nilai shutter speed dilihat dari berapa focal length yang kita pakai, kalau lensa yang kita pakai 50mm maka kecepatan shutter minimal 1/50 detik, apabila kurang (lebih lambat) dari 1/50 detik, kemungkinan besar foto akan blur karena pergerakan tangan kita, maka dalam kondisi ini diperlukan tripod.

FOCAL LENGTH
Focal length (panjang fokal) adalah jarak antara lensa dan bidang focal (sensor di kamera digital atau film di kamera lama) dimana foto anda terbentuk.  Besaran focal length ditentukan (tergantung) pada lensa, bukan pada kamera.  Focal length dinyatakan dalam besaran milimeter (mm) dan dalam fotografi diberi lambang f.

Lensa terbagi dua macam yaitu lensa fix dan lensa zoom.  Lensa fix adalah lensa dengan focal length yang tetap, lensa zoom adalah lensa dengan focal length yang bisa dirubah.  Hasil foto lensa fix lebih tajam dari lensa zoom, lensa zoom lebih mudah dalam menyesuaikan jarak antara kamera dengan objek foto.  Contoh focal length pada lensa fix, lensa 40mm, lensa 50mm, lensa 85mm, lensa 105mm, dll.  Contoh focal length pada lensa zoom, lensa 18-55mm, lensa 70-200mm, lensa 55-300mm, dll.

Lensa dengan focal length pendek (misal 18mm) dipakai untuk memotret pemandangan, sudut pandang menjadi lebar dan bidang tajam (DOF) menjadi luas, dari muka sampai belakang objek tajam.  Lensa dengan focal length panjang (misal 300mm) digunakan untuk memoto satu objek yang jauh seperti burung dari kejauhan, objek burung tajam tetapi latar depan dan belakan jadi buram (bokeh) karena bidang tajam (DOF) menjadi sempit.  Makin besar focal length makin bokeh foto yang dihasilkan.

Related Post

tolong komentarnya ya

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *