233 views

Cara Memancing Ikan

Tips.  Memancing adalah salah satu pekerjaan dan hobi yang sangat banyak penggemarnya.  Ada yang memancing sebagai mata pencaharian (pemancing profesional) dan ada pula yang memancing cuma sebagai hobi (pemancing amatir).  Tidak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan ikan lewat memancing, diperlukan keterampilan, kebiasaan dan rasa (feeling) yang kuat terhadap gerakan ikan pada joran (tantaran).  Terkadang berlaku istilah “bertangan dingin” dalam dunia pemancingan ini.  Berikut beberapa jenis ikan yang banyak jadi sasaran pemancing beserta umpan yang diperlukan untuk memancingnya.

Haruan atau Gabus (Channa striata)

Umpan yang dipakai adalah anak kodok atau umpan palsu untuk memair (umpan digerak-gerakkan di permukaan air) dan menggunakan lipas atau anak kodok untuk membanjur (umpan ditenggelamkan dan diam).

Papuyu atau  Bethok atau Bethik (Anabas testudineus)

Umpan yang dipakai adalah jangkrik, ulat bumbung, kroto besar (anak semut serangga), larva tawon atau tabuan(kerarawai).  Umpan ditenggelamkan ke dasar sungai.

Sepat siam (Trichopodus pectoralis)
Umpan yang dipakai adalah lumut atau cacing kecil yang biasa terdapat di bawah pohon pisang.
Nila (Oreochromis niloticus)
Umpan yang dipakai adalah lumut.  Posisi umpang mengambang sekitar 20 cm dari permukaan air.
Mujair (Oreochromis mossambicus)
Umpan yang dipakai adalah cacing.  Umpan mengambang sekitar 20 cm dari permukaan air dan digerak-gerakkan.  Untuk memancing/memanggil agar ikan berkumpul di suatu tempat diperlukan teknik tertentu (ngebom), beberapa genggam beras putih dihaluskan sedikit dengan ulekan (cobek) lalu dibungkus rapat dalam kantongan plastik bersama daun pandang wangi.  Taburkan beras tersebut ditempat memancing, tunggu 10 menit atau lebih, ikan akan berkumpul disekitar tempat tersebut.
Patin (Pangasius hypophthalmus)
Umpan yang dipakai adalah pisang mahuli dipotong kecil-kecil dan pasang berderet dari mata kail sampai ke tali pancing sebanyak 3-5 potongan pisang.  Biasanya di sungai lengai arus sedikit deras.
Kelabau (Osteocillus kelabau popta)
Umpan yang dipakai adalah gabin dicampur sedikit air dan diremas-remas.
Bandeng (Chanos chanos)
Umpan yang dipakai adalah lumut.

Cabikan atau kakap putih (Lates calcalifer)
Umpan yang dipakai adalah udang kecil yang masih hidup, posisi umpan mengambang sekitar 20 cm dari permukaan air.

Related Post

tolong komentarnya ya

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *